Giveaway Banyak Banget, Tapi Gimana Ya Hukumnya?

giveaway

HUKUM GIVEAWAY

Kamu udah tahu kan giveaway? sering ikutan atau belum sama seklai ikutan…?

Hukkum GiveAway-1

Biasanya giveaway ini diadakan ketika ada hari perayaan atau mengundang antusias dari pada konsumen untukk memeriahkan sebuah brand toko atau akun sosial media.

Ternyata dalam perjalanannya Give away ini menjadi sebuah pertanyaan, dan bisa jadi pembelajaran juga nih kalau yang selama ini kita yang enjoy aja dan mengikuti arus air apabila ada sebuah perkara baru dalam menjalankan kehidupan.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa segala sesuatu perbuatan manusia ini ada hisabnya atau ada hukumnya yang harus diketahui, jadi gak asal melaksanakan tanpa tahu tujuannya.

kurang lebih pertanyaannya seperti ini

Tanya :
Ustadz, mohon dijelaskan hokum giveaway yang marak di dunia maya atau di sosmed? (Mas Panji, Jogja)

Jawab :

Giveaway adalah hadiah tertentu yang dijanjikan oleh pemberi giveaway kepada para peserta giveaway jika mereka dapat memenuhi syarat-syarat tertentu, misalnya memberi like, comment, share, atau berlangganan (subscribe) e-mail, diminta men-tag beberapa orang temannya.

Pemberi giveaway umumnya pebisnis online, misalnya pemilik toko online, namun bisa juga artis, media influencer, tokoh masyarakat, dan sebagainya

Pemberi giveaway memilih pemenang dengan dua cara; pertama, undian (sweeptakes), yang benar-benar bergantung pada faktor keberuntungan bagi peserta. Kedua, lomba (contest), yang melibatkan usaha atau keahlian dari peserta dan penilaiannya berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.

Hadiah yang diberikan oleh pemberi giveaway bentuknya bermacam-macam. Mulai dari HP, set alat makan, set alat kecantikan, baju, buku, voucher makanan di resto ternama, voucher belanja, hingga jalan-jalan. Hadiah tersebut kadang merupakan produk dari pemberi giveaway itu sendiri, atau bisa juga merupakan produk atau jasa endorsement dari pihak lain yang menggunakan jasa pemberi give away (misal seorang artis) untuk mempromosikan produknya.

Contoh giveaway, di Twitter seseorang men-tweet sebagai berikut,”Gaesss…, dikarenakan aku baru ganti hape, IP [Iphone] yang ini mau aku GA [giveaway] aja ni. Caranya gampang, kalian cuma retweet, trus like, kalo mau follow juga oke…Ditunggu yaa pengumumannya tanggal 21 September 2019.” Demikian sekilas fakta (manath) giveaway. Bagaimanakah hukum giveaway ini menurut syariah?

Hukum asal give away menurut syariah adalah boleh (mubah), karena untuk kasus giveaway ini dapat diamalkan hukum ju’alah (sayembara), yaitu janji memberi imbalan yang diketahui untuk suatu pekerjaan yang diketahui, atau pekerjaan yang tidak diketahui yang sulit/berat dilakukan (iltizaamu ‘iwadhin ma’luumin ‘alaa ‘amalin ma’luumin aw majhuulin ya’suru ‘amaluhu).

Contoh ju’alah, seseorang mengumumkan,“Barangsiapa yang dapat mengembalikan budakku yang lari, maka dia akan mendapat imbalan sekian.” (Imam Syarbaini Al Khathib, Mughni Muhtaj, Juz II, hlm. 429).

Hukum GiveAway Bagaimana Hukumnya?

Hukkum Give Away-2

Hukum ju’alah itu boleh menurut jumhur ulama, yaitu ulama Malikiyyah, Syafi’iyyah, dan Hanabilah. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, Juz XV, hlm. 208).

Maka dari itu, selama memenuhi segala rukun dan syarat yang ditetapkan oleh para fuqoha dalam ju’alah, maka give away hukumnya boleh.

Setidak-tidaknya terdapat 4 (empat) syarat untuk mencegah penyimpangan syariah dalam giveaway;

Pertama, jika pemberi give away seorang pebisnis online, disyaratkan bisnisnya adalah bisnis yang halal menurut syariah. Dalil syarat ini QS Al Maa`idah [5] : 2 yang telah melarang tolong menolong dalam dosa (ta’aawun ‘ala al itsmi).

Maka haram hukumnya give away oleh pihak pemilik bisnis yang haram, misalnya perbankan/asuransi konvensional, atau pengusaha busana (fashion) yang menjual busana yang mengeksploitasi tubuh wanita, atau pebisnis kuliner yang haram (babi, dsb).

Kedua, syarat-syarat yang diminta pemberi give away, harus berupa syarat yang dibolehkan syariah. Misalnya memberi like, komentar, atau share, atau tag yang dibolehkan syariah. Dalil syarat ini, sabda Rasulullah SAW,”Setiap syarat yang tidak sesuai Kitabullah, maka dia adalah batil, meski ada seratus syarat.” (HR Bukhari, no. 2584).

Ketiga, hadiah yang dijanjikan wajib berupa suatu barang atau uang atau fasilitas yang halal menurut syariah. Haram hadiahnya berupa sesuatu yang haram, misal benda najis, seperti khamr, anjing, babi, atau bangkai. (Dubyan bin Muhammad Ad Dubyan, Al Mu’amalat Al Maliyyah Ashalah wa Mu’asharah, Juz X [Bab Al Ju’alah], hlm. 85-86).

Keempat, hadiah yang dijanjikan wajib diketahui dengan jelas (ma’lum), misal 1 eksemplar buku dengan judul tertentu. Imam Ghazali mengatakan,”Syarat hadiah ju’alah adalah harta yang diketahui dengan jelas (maalan ma’luuman), jika hadiahnya majhul (tidak jelas), maka akadnya fasad.” (Imam Ghazali, Al Wasith, IV/212). Wallahu a’lam.

Nah jadi jawabannya kurang lebih seperti itu ya, jawaban ini dilansir dari KH. M. SHIDDIQ AL JAWI di Yogyakarta, 02 Maret 2020.

Bagaimana sekarang? apa masih mau ikutan Giveaway? kalau yang sesuai dengan aturan tadi diatas gak apa-apa kita ikutan syukur sampai bisa terpilih menjadi pemenang, tapi apabila giveaway tersebut dilarang sesuai penjelasan maka jangan pernah sekalipun c0ba-coba ikutan.

Bukankah sesuatu yang biasa itu karena terbiasa, jadi jangan dibiasakan menyamakan yang haram dan yang halal jelas terlihat bedanya.

Semoga bermanfaat dan share ke temannya agar semua menjadi lebih paham mengenai amal perbuatan, apabila ada pertanyaan lain boleh komen dibawah ini yaa…

Bagikan dengan penuh cinta dan perasaan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *